 |
| Merekalah guru honorer yang sekarang mengisi kekurangan guru. |
Status kepegawaian guru honorer dinilai tidak jelas, bahkan gaji yang diterimanya tidak layak.
Hal ini dikatakan Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI),
Sulistyo di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (18/3).
"Honornya juga tidak manusiawi," kata Sulistyo dikutip dari
Republika.
Menurutnya, guru honorer
yang seharusnya didahulukan untuk seleksi menjadi Calon Pegawai Negeri
Sipil (CPNS) malah menjadi korban 'permainan' data di tingkat
kabupaten/kota. Orang-orang yang dekat dengan kekuasaan yang masuk
database.
"Setelah kami minta MenPANRB untuk memprosesnya, baru kemudian BKD
melakukan pendataan. Di situlah data-data siluman banyak dimasukkan.
Motif siluman itu ya untuk menggolkan orang-orang yang dekat dengan
pusat kekuasaan untuk diterima menjadi PNS," kata Sulistyo.
Pemerintah menilai jumlah guru sudah cukup. Padahal menurut catatan
PGRI, jumlah guru disebut sudah cukup itu karena menyertakan guru
honorer. Data yang dimiliki pemerintah tentang jumlah guru di Indonesia
tidak akurat.
"Ini serius kami sampaikan, Pemerintah menggunakan data menyesatkan yang
menyebut bahwa guru itu jumlahnya berlebihan di Indonesia. Itu
sungguh-sungguh salah," kata Sulistyo.
Baca juga: BKN Sebut Jumlah Guru di Indonesia Sudah Cukup
Data jumlah guru yang selama ini digunakan pemerintah adalah termasuk
jumlah guru honorer yang belum berstatus PNS. Sehingga seolah-olah
kebutuhan guru di dalam negeri sudah lebih dari cukup.
"Padahal, merekalah (guru honorer) yang sekarang mengisi kekurangan guru
itu. Sehingga seolah-olah kebutuhan guru di Indonesia sudah cukup,"
imbuhnya.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Status Tak Jelas, Honorer Digaji Tidak Manusiawi"
Post a Comment